Home > Uncategorized > Tips Mengurangi Risisko Penyakit Jantung

Tips Mengurangi Risisko Penyakit Jantung

Sejak 1948, Framingham Heart Study meneliti kehidupan sehari-hari dan pola makan ribuan penduduk Framingham, Massachusetts untuk mengungkapkan faktor penyebab risiko penyakit jantung di wilayah tersebut. Dr. William Castille,direktur studi iniselama 15 tahun dan dosen terkenal untuk penyakit jantung, membahas penemuan terbaru studi tersebut.bagaimana generasi saat ini membandingkan subjek asli Framingham Heart Study? Apakah kita menjadi lebih sehat –atau kita mempunyai resiko yang lebih mendapatkan keuntungan dari diet rendah lemak dan penekanan yang lebih besar yaitu fitness, anak-anak sekarang mungkin lebih terancam dari generasi sebelumnya. Sebuah kejutan anak laki-laki dan para pemuda di Framingham sekarang ini mempunyai berat badan lebih besar dibandingkan ayah mereka di usia yang sama dan mereka tidak aktif secara fisik. Oleh karena itu, mereka bisa mempunyai resiko lebih besar untuk penyakit jantung dan di abetes. Kombinasi teknologi TV dan computer membuat anak-anak lebih sering duduk,dan diet (pola makan) mereka atas lemak dan kolesterol sangat tinggi. Aktivitas merokok anak gadis disekolah menengah sekarang ini lebih tinggi dari sebelumnya. Jika pola seperti ini tetap berlanjut, angka kematian wanita karena penyakit jantung dan diabetes akan sama atau melebihi pria. Menurut study lain, penyakit arteri (urat nadi) dapat bermula di tahun-tahun awal sekolah. Penemuan terbaru apa yang menjelaskan hubungan antara diet dan penyakit jantung? Salah satu penemuan terbaru dalam kariologi adalah bahwa endapan lemak yang baru saja masuk dalam artikel-misalnya yang berasal dari burger keju yang anda makan sekarang- mungkin lebih sulit untuk lepas, menyumbat arteri dan membunuh anda lebih cepat daripada endapan yang lebih lama yang menyumbat sebagian arteri selama bertahun-tahun. Endapan ‘muda’ yang berasal dari makanan berlemak tinggi yang baru anda makan ini tidak menghalangi aliran darah, melainkan menempelkan di dinding arteri. Tetapi mereka tidak stabil dan dapat menutup dan menghalangi pembuluh nadi. Diperkirakan 65% dan 70% serangan jantung akut dipercaya disebabkan endapan baru ini, yang hampir tidak terdeteksi dengan jelas yang tertutup hanya oleh lapisan sel tipis. Tetapi jangan mengabaikan halangan besar. Hal ini,tentunya, masih dapat menyebabkan dan menjadi indikasi penyakit yang menyebar. Pada kenyataannya, jika arteri anda setidaknya 50% terhalang, semakin kecil arteri yang bebas dari penyakit. Ini akan menjadi “bom waktu aktif” bagi anda-dan pastinya rentan terhadap pengaruh makanan berlemak. Kita semua tahu bahwa lemak yang menghalangi merupakan penyebab utama penyakit jantung. Seberapa banyak kolesterol yang aman kita konsumsi? Sedangkan lemak penjahat penyakit jantung. Kolesterol nyata-nyata menjadi anteknya. Sekali anda mencapai sasaran ini, anda dapat melihat bahwa perubahan ini membuat kolesterol darah anda turun level 200 atau kurang. Semakin dekat dengan angka 150-160, semakin kecil kemungkinan terkena serangan jantung. Jika penyesuaianini tidak “menormalkan” kolesterol anda, maka anda sebaiknya berusaha mencapai kuota harian tidak lebih dari 17 gram lemak jenuh, 30 gram total lemak dan 200 miligram kolesterol. Seberapa besar resiko serangan jantung pada pria dibandingkan pada wanita? Salah satu penemuan yang paling mengejutkan dari Framingham heart study adalah bahwa satu dari lima pria mengalami serangan jantung saat mencapai usia 60 tahun. Angka serangan jantung pada wanita hanya satu dari 17 pada usia yang sama. Kecuali menderita diabetes, merokok atau familial hypercholesterolemia (kolesterol darah tinggi yang diwarisi secara tidak wajar), wanita relatif lebih kebal terhadap serangan jantung sebelum menoupause karena mereka memproduksi estrogen tingkat tinggi, yang jelas sekali berperan protektif. Tetapi, dalam enam hingga sepuluh tahun setelah menopause –saat tingkat estrogen menurun tajam –risiko wanita sama dengan pria. Sayangnya, wanita denderung menderita penyakit jantung lebih tinggi saat mereka dirawat, karena dokter masih menganggap mereka lebih tahan terhadap masalah koroner dan biasanya tidak mendiagnosis kondisi ini cukup awal. Seberapa banyak orang yang bertahan dengan serangan jantung saat ini? Dapatkah mereka kembali normal? Menurut data Framingham, 85% orang di antaranya bertahan. Dengan terapi trombolis baru, yakni orang yang mendapatkan serangan disuntik dengan obat untuk memecahkan gumpalan, kita dapat meningkatkan persentase orang yang bertahan sekitar 93%. Bahkan untuk kelompok usia yang lebih tua, 75% korban yang pertama kali mendapatkan serangan jantung bertahan. Dari yang bertahan, sekitar setengahnya kehilangan kemampuan memompa jantung secara normal.

Categories: Uncategorized Tags:
February 3rd, 2014 Leave a comment Go to comments