Home > Uncategorized > Perjalanan Sandiago Uno Menjadi Gurita Bisnis

Perjalanan Sandiago Uno Menjadi Gurita Bisnis

Apa dan Siapa Sosok Sandiaga Uno?

Sandiaga Uno, lahir dari Pasangan Ir. Razif Halik Uno (Henk Uno) dan Rachmini Rachman (Mien R. Uno) pada 28 Juni 1969. Henk adalah Seorang karyawan perusahaan minyak Caltex. Selarna kurun waktu 10 tahun, sang ayah bekerja di perusahaan asing itu. Sedangkan Mien adalah ibu rumah tangga yang kemudian dikenal Sebagai pelopor ilmu kepribadian di Indonesia.

Seperti yang ditulis Adhe Riyanto dalam buku The True Wisdom, 4. Pribadi Unik, Sandi kecil dididik dalam lingkungan keluarga yang mengajarkan sisi keagamaan dan kedisiplinan yang kuat. Salah satu yang ditonjolkan di dalam keluarganya adalah dari sang ibu. Harapannya, kelak sang anak menjadi manusia yang berguna untuk orang banyak.

Setelah sang ayah tak lagi bekerja di daerah Riau, Sandi dan keluarganya pindah Jakarta. Pada sekitar tahun 1970-an, Sandiaga pun mulai mengenyam pendidikan di SD PSKD. Sandi mengaku bahwa semasa kecil ia lebih dekat dengan ibundanya. Selama kedekatan dengan sang ibu itulah ia banyak mengambil pelajaran berharga dalam hidup, Apalagi sang ibu kemudian dikenal sebagai sosok pendidik yang kerap memberikan nasihat bermakna. Hal tersebut dirasakan pula oleh Indra, kakak Sandi.

Kedua orang tua Sandi sangat memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anaknya. Meski begitu, mereka takpernah mengekang keinginan dari kedua anaknya. Itulah sebabnya Sandi dan Indra lebih bebas memilih duniayang mereka sukai. Diakui Sandi, ayah dan ibunya lebih banyak mengarahkan dirinya pada sesuatu yang menurut mereka akan berdampak positif. Berkat pelajaran hidup yang di dapatnya dari sang ibunda tercinta, Sandi memiliki bekal dalam menjalani hidup dan kariernya saat ini. Tak pelak, kesuksesan yang diraihnya kini berkat peran besar tercinta.

Bagi Sandi, peran seorang ibu benar-benar diakuinya sangat besar ketika ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri dan memulai peruntungannya di dunia bisnis. Ibu sandi, Mien R. Uno adalah pakar kepribadian yang memiliki banyak relasi yang luas. Tak pelak, banyak saran yang diberikan oleh sang ibu yang membantu perjalanan karier Sandi.

Selain itu, ia juga merasa dengan mengukir prestasi di dunia bisnis, makaia akan membahagiakan ibundanya. Bahkan etika yang diajarkan semasa kanak – kanak oleh ibundanya, kini diterapkan Sandi di dunia bisnis. Didalam bisnis ituj uga harus ada etika dan norma normanya.

Sampais ekarang Sandi masih sangat memperhatikan ibunya. Salah satunya dalam urusan memberi barang berupa asbak rokok. Meski harganya tak seberapa, namun bagi ibunya barang kecil tersebut sangatlah berharga. Sedangkan bagi Sandi, barang itu merupakan tanda sayang bagi ibunda tercintanya. Ibu Sandi walaupun nggak merokok tapi beliau suka nengoleksi asbak dari berbagai negara.

Sang ibu memang dikenal sebagai kolektor asbak sejak beberapa tahun lalu. Asbak-asbak dari berbagai negara selalu di kumpulkannya. Paham dengan kebiasaan ibunya, setiap kali Sandi bepergian ke luar negeri, ia selalu membawakan oleh oleh berupa asbak. Meski harganya terbilang murah, ia akan merasa bahagia bila melihat ibunya bahagia ketika dibelikan asbak kesukaannya.

Selain barang, Sandi juga tak luput memberikan perhatian yang Sangat besar terhadap kedua orangtuanya terutama ibu, Komunikasiyang dijalaninya dapat melalui SMS dan telepon hampirsetiaphari. Bahkan setiapakhirpekantiba, Sandi selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi kedua orangtuanya agar talisilaturahmi Selalu terjalin dengan baik.

Langkah lain yang dilakukan Sandi dalam membahagiakan orang tua khususnya ibu adalah dengan bersama-sama menunaikan ibadah haji dan umrah. Sandi mengaku sudah beberapa kali berangkat ke Tanah Suci bersama keluarga besarnya, termasukkedua orangtua. Untuk umrah, Sandi berangkat bersama keluarga besar pada tahun 1993, 2000, dan 2006.

Sedangkan ibadah haji, Sandi menunaikannya bersama keluarga besar termasuk ibunya pada tahun 1998. Sebagian di antaranya, Sandi yang membayar Segala macam biaya pengeluaran sebagai bentuk rasa kasih sayang terhadap ibundanya. Bagi saya, sosok ibu adalah pedoman dan lentera dalam kehidupan saya,ujarnya.

Sejauhini Sandi merasabahwa apayang dilakukannya sekarang telah mampu membuat sang ibu merasa bahagia. Terlebihlagi dengankesuksesannya dalam membangun usaha melalui PT Saratoga Capital yang mampu menjadi perusahaan besar.

Memperoleh Summa Cumlaude

Amerika Meskipun kini menjadi pengusaha sukses di usia yang relative muda, menjadi pengusaha adalah impian yang tak pernah terlintas di benak Sandiaga Uno. Kedua orang tuanya, Henk Uno dan Mien R. Uno lebih suka anaknya bekerja di sebuah perusahaan mapan Sampai pensiun. Apalagi darah pengusaha juga tak mengalir di tubuh Sandi karena orang tuanya belum pernah menggeluti dunia bisnis. Ternyata, Sandi sekarang menjadi pebisnis handal, dan ia sukses di usianya yang tergolong muda. Semua itu justru berkaitan dengan rivwayat pendidikannyasejakia kuliah diluar negeri.

Setelah lulus dari sebuah SMP negeri dan SMA swasta Katolik di Jakarta, Sandi melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat (AS). Meski terdapat jarak antara dirinya dan sang ibu, Sandi tetap berhubungan baik dengan kedua orangtuanya. la mendapat gelar Bachelor of Business Administration dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University pada tahun 1990.

Setelah lulus, ia taklantas kembali ketanah air karena langsung melanjutkan pendidikan di The George Washington University, Washington, iabisakuliah disanakarenamendapat beasiswa dari perusahaan milik Edward Soeryadjaja, tempatnya bekerja. Edward adalah kawan lama Henk Uno, ayah Sandi, saat sang ayah masih bekerja di Caltex, Mereka saling mengenal ketika Edward akan berbisnis minyak dan gas bumi.

Kisah itu menjadi kenyataan ketika Sandi dan Mien dalam suatu acara pernikahan bertemu kembali dengan Edward. Waktu itu Sandi sudah menjadi sarjana. Edward memberikan kartu nama dan meminta Sandi untuk segera menelepon keesokan harinya. Benar saja, setelah esoknya menemui Edward, ia langsung diterima bekerja di perusahaannya. Dengan beasiswa itu Sandiberhasil meraih gelar Master of Business Administration pada tahun 1992. la lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),00.

Ada pengalaman unik yang dialami Sandi saat ia kuliah di The George Washington University. Pada waktu musim dingin tiba, Suatu hariia dan temantemannya makan di kantin di dekat asrama. Tiga meja makan di kantin itu ditempati oleh rombongan mahasiswa yang berbeda. Meja pertama ditempati mahasiswa India. Meja kedua di tempati kelompok mahasiswa AS. Sedangkan meja ketiga di tempati mahasiswa Indonesia.

Beberapa saat kemudian salah satu mahasiswa asal Indonesia turun dari asrama untuk ikut acara makan dikantin tersebut. la ingin bergabung dengan para mahasiswa yang berkumpul di meja ketiga. Saat melihatnya berlari menuruni tangga, Sandi merasa bakal ada sesuatu hal yang buruk menimpa temannya itu. Maka Sandi berusaha menghampirinya, namun teman temannya di meja ketiga justru menahannya. Benar saja, mahasiswa itu terpeleset dan terpental hingga kepalanya membentur lantai dan mengeluarkan darah. Sandi dan teman temannya yang semula berkumpul di meja kedua segera menolongnya dan menelepon petugas medis. Kemudian para mahasiswa asal India yang berkumpul di meja pertama mengambil kertas dan membuat tulisan yang mengingatkan Supaya siapa pun jangan berlari karena lantai yang licin itu berbahaya. Mereka lantas menempel pemberitahuan itu di kaca kantin.

Disisi lain, peristiwa tragis itu justru menjadi bahan lelucon para mahasiswa asal Indonesia. Mereka tidak memberikan pertolongan namun justru tertawa terbahak bahak melihat salah satu temannya terpeleset. Bagi Sandi, Sikap semacam ini Sangat buruk. Menurutnya, kita tidak boleh tertawa diatas penderitaan orangl ain. Setelah lulus kuliah, Sandi kembali ke Indonesia dan memulaikarirnya di beberapa perusahaan, diantaranya Summa Group, Seapower Asia Investment Limited (Singapura), MP Holding Limited Group (Singapura), dan NTI Resources Limited (Kanada). Selama delapan tahun berikutnya Sandi mengikuti Edward Soeryadjaja melanglang buana. Pada masa itulah diabanyak belajar dari Edward. Dia mengaku jadi sangat mengenal sosok pengusaha yang memiliki visi hebat itu.

Menganggur di Negeri Sendiri

Meskipun Sandi meraih sukses di usia muda, perjalanan kariernya, tidaklah mulus. Pengalaman dunia kerja banyak dikecap Sandi pada usia muda. Mengawali karier sebagaikaryawan, meraih puncak karier dalam waktu Singkat, hingga diberhentikan dari pekerjaan yang mapan telah menciptakan arus balik hidupnya untuk menjadi pengusaha.

 Pada 2008 Sandi dinobatkan menjadi Entrepreneur of The Year” dari Enterprise Asia untuk predikat pengusaha terbaik. Pencapaian itu adalah buah dari pergulatan panjang. Namun ia menyebut dirinya sebagai entrepreneur by accident karena kiprahnya di dunia usaha dimulai tatkala kondisi karier dan keuangannya sedang terpuruk pada 1998.

Sandi mengatakan bahwa orang tuanya tak pernah menyiapkan dirinya untuk menjadi pengusaha. Itu sebabnya ia takberpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama ini. Setelah lulus dari Wichita state university, AS, dengan predikat summa cum laude, pada 1990 sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra, William Soeryadjaja, untuk bergabung Sebagai karyawan Bank Summa. Itulah sejarah awalia bekerja sama dengan keluarga taipan tersebut.

Setahun bekerja di Bank Summa, Sandi mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di The George Washington University, AS. la pun kuliah di sana dan lulus dengan IPK4,00. Kemudian, pada 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi.

Pada 1994 Sandi bekerja di MP Holding Limited Group. Setahun kemudian ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat sebagai Executive Vice President. Penghasilannya ketika itu mencapai 8000 dolar AS per bulan. Sayangnya baru tiga tahun menikmati keberhasilannya menduduki posisi puncak diperusahaan tersebut, Sandi harus rela terhempas. Krisis moneter pada 1997 menyebabkan NTI Resources Ltd bangkrut. Semua tabungan hasil jerih payah yang diinvestasikannya ke pasar modal juga turut kandas akibat ambruknya bursa Saham global.

Kondisi yang kian tak menguntungkan itu membuat Sandi tak mungkin lagiterus bertahan di negeri orang, ia pun memutuskan untuk kembalike Indonesia. Setibanya di Tanah Air, ia Sekeluarga menumpang di rumah Orang tuanya, Henk Uno dan Mien R Uno, karena tidak mampu membayar sewa rumah. Situasi sulititu sempat membuat Sandi hampir putus .

Di tengah kegamangannya, Sandi mulai berpikir bahwa ia tak mau menjadi karyawan lagi lantaran tidak bisa independen secara finansial. Krisis moneter hebat yang memporak-porandakan perekonomian dunia itu pada akhirnya memunculkan keinginannya untuk menjajal dunia wirausaha. Sebagai karyawan perusahaan, banyak hal dapat terjadi diluar kontrol. Apabila keadaan ekonomi memburuk, ada kemungkinan kita di PHK meskipun kita memiliki prestasi di perusahaan itu. Sebagai pengusaha, akan lebih mandiri Secara keuangan daripada menjadi pegawai, inilah kata kunci yang dipegang Sandi, dan perlu dipikirkan bagi setiap orang yang asik asik saja menjadi karyawan.

Sandi juga yakin bahwa masa depannya akan lebih baik karena ia memiliki orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya. Momen kebangkitan itu sangat didukung istri dan Orang tua Sandi yang memberi kesempatan dan memberi dukungan juga doa. Sandi mengaku beruntung ketemu teman SMAsaya, Rosan Perkasa Roeslani, dan mereka memulai Recapital. Sandi juga beruntung dipertemukan lagi dengan Pak Edwin Soeryadjaja yang sudah saya kenal lima tahun sebelumnya.

Mereka mulai menata bisnis yang menurut mereka akan bisa berkembang. Bisnis yang bukan hanya survival tapijuga usahayang akan memberi penghidupan pada orang banyak. Sandi juga mengaku, selain berhutang budi kepada ibunya juga pada Pak William Soeryadjaja yang memberikan mentorship selama dua tahun intensif, tentang bagai mana pengusaha tidak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi aset bangsa. Diabelajar banyak soalitu.

Pengalamannya bangkit dari himpitan krisis, diakui Sandi, juga tak lepas dari campur tangan Tuhan yang memberikan kesempatan kepadanya. Saya tidak akan menemukan peluang kalau tidak terbentur pada situasiyang mepet. Setiap ada kesulitan selalu ada kemudahan dibaliknya” begitu moto Sandi mengingat pengalamanpengalaman buruk yang pernah menimpanya.

Mengawali Karir Sebagai Pengusaha

Seperti yang disebut diatas, sandi menapak karir dari nol. Sandiago semula adalah pekerja kantoran. Setelah lulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, AS, pada 1990, ia mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Itulah awal Sanditerus bekerja sama dengan keluarga taipantersebut.

Di Tanah Air, Sandi hanya bertahan satu setengah tahun. Iaperlukembalike ASkarenamendapat beasiswa dari bank tempatnya bekerja. la punkembali menjalanikuliah, kali ini di The George Washington University, Washington. Namun pada saat itu ia harus menghadapi fase sulit. Bank Summa ditutup. la yang merasa berutang budi pun ikut membantu penyelesaian masalah dibank tersebut.

Sandi kemudian Sempat bekerja disebuah perusahaan migas di Kanada. Ia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. Sandi memang ingin fokus dibidang yang ditekuni semasa kuliah, yaitu pengelolaan investasi.

Mapan sejenak, Sandi kembali terhempas. Perusahaan tempatnya bekerja justru ditutup. Mau tidak mau, ia kembali ke Indonesia. Disinilah ia mulai darinol. Bahkan, kembali dari luar negeri, dia masih numpang orangtuanya.

Sandi mengaku ia semula kaget dengan perubahan kehidupannya. Biasanya dia dapat gaji setiap bulan, tapi sekarang berpikir bagaimana bisa bertahan. Apalagi, ketika itu Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi. Pada Suatu hari Sandi mengalami peristiwa yang dramatis. Rupanya ibunya tahu Sandi tidak punya uang dan diam diam pagi pagi Sekali ibunya sampai menyisipkan amplop ituke dalam tas. Walau saya tidak meminta, orangtua Sandi tahu kalau anaknya tidak punya uang.

Peristiwa itu memotivasi Sandi untuk berwirausaha. Tujuannya, Agar dialekas mandiri, tidak menumpang dirumah orang tua, dan bisa membeli Susu buat anak-anaknya. Sandi kemudian menggandeng rekannya semasa di SMA, Rosan Roeslani. Mereka kemudian mendirikan PT Recapital Advisors, sebuah perusahaan jasa investasi.

Langkah ini merupakan inovasi penting dalam kehidupannya, karena ia sendiri tak pernah disiapkan oleh orang tuanya untuk menjadi pebisnis. Orang tua Sandi lebih suka dia bekerja diperusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausahawan. Menjadi pengusaha itu pilihan terakhin Sandi mengaku ini pengusaha kecelakaan.

Walau tidak mudah, Sandi mampu memanfaatkan momentum krisis ekonomi untuk mengepakkan sayap bisnisnya. Bagi sandi bisnis itu adalah survival mode. Betul betul terpaksa karena diPHK. Ada krisis tahun 1997-1998 yang memaksa banyak perusahaan melakukan PHK dan sandi salah satu korbamnnya. Tapi itu ternyata membuka satu peluang di tengah-tengah krisis tersebut. Kalau dilihat potretnya sekarang memangsukses besar, tapi ketika dilihat Sejarahnya, banyak jatuh bangun. Ini yang Sandi alami, kesulitan membangun usaha sangat terasa dalam tahuntahun pertama Sampai tiga tahun pertama.

Pada masa awal berwirausaha itu Sandi mengalami Susahnya menjalin usaha. Ia Sulit mendapatkan kepercayaan dari klien dan investor. Ada Suatu periode yang Cukup lama, enam bulan Sandi sama sekali tidak mendapat order. Sampai terpikir apakah benar langkahnya menjadi pengusaha? Apakah memang mental kami lebih cocok jadi karyawanTapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, ia punberhasil. Kerja keras. Semangat. Itu nasihat orangtua selalu, ketika seseorang kerja keras tanpa pamrih dan ikhlas, rejeki yang akan menghampiri. Itu yang juga dipegang Sandi.

Saat itu banyak perusahaan papan atas yang tersuruk tak berdaya, nilai aset aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investorinvestor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke Tanah Air Namun ia mengakui, Ituyang paling Sulit, bagaimana meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek.

Recapital segera membeli perusahaan-perusahaan yang sudah diujung tandu kitu dan berada dalam perawatan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kemudian mereka menjual perusahaan itu kembali ketika sudah stabil dan menghasilkan keuntungan. Dari bisnis inilah nama Sandi mencuat dan pundi pundi rupiah pun dikantunginya.

Sisi pelik dari bisnis awalnya sebagai wirausahawan bukannya tidak ada. la mengaku bahwa pada masa awal, perusahaannya jatuh bangun dan kadang-kadang bingung memikirkan gaji karyawan. Padahal, waktu itu jumlah karyawan yang dimiliki oleh Recapital hanya berjumlah tiga Orang.

Menurut Sandi, perubahan yang terbesar yang dialaminya dari karyawan menjadi pengusaha adalah perubahan paradigma. Seorang karyawan, walaupun memberi yang terbaik. Biasanya pada akhir bulan sudah dijamin dengan segala tunjangan dan gaji yang bakal ada di rekening koran. Jumlahnya punsesuai aturan perusahaan. Itu membentuk Sifat karyawan yang tidak suka mengambil risiko.

Sedangkan Seorang pengusaha jatuh bangun karena bisnis yang dijalaninya penuh risiko. Itulah Sebabnya, Saat mulaimengelola Recapital, Sandi, melihat bagaimanatanggung jawab membesarkan perusahaan dan menciptakan lapangan keria itutidak mudah.

Pada tahun ketiga, Sandi sempat terpikir untuk meneruskan atau mundur dari bisnisnya. Waktu itu perusahaannya sedang Sangat Susah, ada klien yang tak membayar tagihan, sulit memotivasi karyawan, dan lainlain. Ada seribu pertanyaan di kepala sandi, teruskan bisnis atau mundur.

Namun dalam kondisi itu pula keteguhan dan loyalitas kewirausahaan Sandi diuji. Apakah ia loyal terhadap tujuan menjadi wirausahawan. Tujuan Sandi waktu itu adalah SukSes dan memberi manfaat yang lebih untuk sekitar dengan menciptakan lapangan kerja. Kalau kita fokus dan loyal di tujuan kita, Insya Allah kita akan mendapatkan titik balik di tujuan tersebut, begitu kata sandi dengan mantab.

Dari jalinan keakrabannya dengan keluarga Soeryadjaja, maka bekerja sama dengan Edwin Soeryadjaja mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya. Saratoga mempunyai saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batubara.

Mengenai keluarga Soeryadjaja, Sandi mengatakan masih ingat, sering didudukkan sama William. Mereka berdiskusi lama, bisa berjamjam. Jiwa wirausahanya sangat tangguh. William memang membagikan ilmu bisnisnya kepada Sandi, Itulah yang selalu diingat oleh Sandi karena nasihat William membuatnya mulai mengetahui kerasnya dunia bisnis.

Setelah sekitar 4-5 tahun menjadi pengusaha, Sandi melihat bahwa jika ia memberikan 100 persen konsentrasinya dan berkomitmen terhadap bismisnya, maka hasilnya akan baik. Para pelanggan, klien, nasabah maupun investor yang mempercayai mereka untuk mengelola dana maupun perusahaan yang kami beri advice untuk melakukan restrukturisasi pun bisa memberikan kepercayaan.

Melihat sosok pengusaha muda, rupanya mereka tidak serta merta menilai pengusaha muda minim pengalaman. Ternyata mereka akan memberikan kepercayaan kalau pengusaha mudanya bisa menyerap begitu banyak pengalaman, bisa menghasilkan solusi dari permasalahan keuangan dan bisnis yang mereka hadapi. Hari ini Sandi bisa bernapas lega, Walaupun awalnya mereka susah, jatuh bangun, hampir beberapa kali tak bisa bayar gaji pegawai. Mereka jalani terus dan hasilnya, sekarang Sudah bisa membiayai dua grup, Recapital dan Saratoga. Mereka pun sekarang punya fondasi yang kuat dan bisa memberikan pekerjaan kepada 20,000 karyawan.

Jasa Recapital dan Saratoga

Ambruknya ekonomi dunia sangat berpengaruh bagi para pengusaha dan pebisnis. Begitu juga imbas yang menimpa Sandi. Saat terjadi krisis ekonomi pada 1997, Sandi pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Perusahaan tempatnya bekerja sudah bangkrut. Namun peristiwa ini justru mengubah cara pandangnya, ia berbalik arah untuk menjadi pengusaha.

Pada tahun itu pula Sandi mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors, bersama teman SMA nya, Rosan Perkasa Roeslani. Inilah pilihan bagi sandi. Waktu kembali dari luar negeri 1997 situasi terpuruk, tidak punya pekerjaan, maka terpikirlah untuk bikin sesuatu. Kebetulan dia punya background finansial, sekolahnya juga di situ. Waktu di luar negeri ketika ikut Pak Edward Soerjadjaja itu memang menekuni keuangan dan investasi. Sementara Rosan juga backgroundnya sama. Maka mereka membuat perusahaan konsultasi keuangan.

Klien klien pertama Recapital adalah perusahaan yang tertimpa krisis. Sandiingat, yang pertama kali, transaksi yang membuat perusahannya hidup adalah mengerjakan restrukturisasi Grup Jawa Pos, milik Dahlan Iskan. Waktu itu Jawa Pos mengalami kesulitan di unit properti mereka di Surabaya. Sandiingat sekaii dengan Eric Samola dan Dahlan Iskan malammalam membuat struktur penyehatan kembali dan akhirnya disetujui oleh Prakarsa Jakarta. Kita pertama kali dibayar fee 10,000 dollar oleh Pak Dahlan pada akhir 1997.

Sejakitu Sandi tidak pernah melupakan hubungannya Dahlan Iskan dan keluarga Samola. Mereka juga selalu mengingat dan mengikuti acara mengenang wafatnya Eric. Kalau dulu nggak sempat terestrukturisasi, kata sandi, mungkin dia nggak survive sekarang. Sandi Senang Jawa Pos jauh lebih besardan berada di mana mana karena dulu hanya properti dan koran. Kalau buat dia orang yang ikut memorable, mungkin itu karena salah satu restrukturisasi pertama yang tersulit, dan waktu itu fee-nya dibayar bisa menghidupi kantor.

Langkah Sandi tak berhenti sampai di situ. Pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usaha yang digarap meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan. Ia mengenangnya demikian: Pada 1998 Diamendapat peluang untuk bertemulagi sama Edwin. Karena sudah lama tak ketemu, Edwin menawarkan waktu itu bagaimana kalau mendirikan Saratoga. Saratoga itu lebih ke perusahaan private equity investing. Lebih ke arah investasi, bukan konsultan keuangan seperti Recapital.

Sandi memang sudah mulai mengembangkan Saratoga pada akhir 1998. Dulunya Recapital itu murni memberikan advice keuangan, terus berkembang sehingga memiliki underwriting, sekuritas, terus berkembang punya asset management, asuransi, terus mulai punya bank. Sandiaga awalnya membangun Saratoga dengan empat orang karyawan. Ia menyewa sebuah ruang kecil yang lantainya berkarpet lusuh. Saat itu dia tidak pernah berani mengundang klien ke kantor. Semua pertemuan dilakukan di lobi hotel.

Melalui PT Saratoga, awalnya Sandi berusaha menawarkan jasa kepada banyak perusahaan untuk melakukan restrukturisasi keuangan dan negosiasi penjadwalan hutang kepada bank. Tentu banyak yang menolak dibanding yang mau menggunakan jasanya. Memang akhirnya ada juga perusahaan klien yang mau memakai jasa Saratoga, tetapi mereka tidak mampu membayar biaya jasanya. Ada juga yang sebenarnya mampu membayar, tetapi tidak mau membayar dengan uang, melainkan dengan saham.

Sandi menghadapi kenyataan tersebut dengan bijaksana. Karena dia yakin mampu membenahi perusahaan perusahaan kliennya itu, dia terima saja tawaran mereka. Sandi tidak dibayar, tetapi diberi saham. Jadi, dia menjadi investor seperti sekarang ini terbawa oleh keadaan.

Sandi mencontohkan, ketika ia menangani sebuah perusahaan tambang batubara, perusahaan tersebut memang sedang mengalami kesulitan. Harga batubara ketika itu hanya 15 dollar, ia yakin bahwa dalam beberapa tahun harga batu bara akan melonjak tinggi akibat kenaikan harga minyak.

Dan keyakinan itu terbukti. Dalam beberapa tahun saja, harga batu bara sudah naik menjadi 80 dollar. Nilai saham Sandi di perusahaan batu bara itu melonjak berlipat-lipat. Bayangkan, Seandainya di masa perjuangan itu Sandi ngotot dan hanya menerima pekerjaan kalau dibayar dengan uang? Mungkin Sandi masih tetap Sebagai konsultan keuangan saja. Keyakinan kuat telah menuntun sandi menjadi investor seperti sekarang ini. Intinya manusia itu ketika kepepet, muncul kreativitas dan kekuatannya akan berlipat.

Bersama Saratoga Capital, Sandi melakukan proyek pertama dalam refinancing McDonalds Indonesia. Proyek proyek berikutnya meliputi pembelian Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN), Grand Kemang Hotel, Losari Resort, dan infrastruktur penyediaan air bersih.

Kondisi perekonomian yang porak-poranda melanda negeri ini pada 1997/1998 bisa disebut telah menjadi tahuntahun menentukan bagi arah hidup Sandi. Krisis itulah yang kemudian membuatnya berpaling, dan meninggalkan dunia profesional. Padahal, dia sudah merintis sebuah perusahaan multinasional hingga delapan tahun.

Berkat semangatnya itu, Sandi kemudian menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan pimpinan di beberapa perusahaan, antaralain PT Adaro Energy Tbk yang merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, dan PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, perusahaan penyedia menara telekomunikasi.

Sandi dapat mencapai kesuksesan karena ia mau mempelajari selukbeluk bisnis, antara lain dari William Soeryadjaya. Ia Sangat mengingat jasa baik mentornya tersebut. Sandi beruntung waktu itu sering dikirim Edward. Jadi setiap ketemu Soeryadjaya, sandi perhatikan apa resep suksesnya. Soeryadjaya punya satuyang membuat sandi terkesan sampai sekarang, karena kepekaan dan kepeduliannya terhadap Sekelilingnya dan bagaimana dia bisa membaca tren ke depan.

Dia nggak melihat bisnis bisnis yang di hadapi hari ini saja ternyata dia melihat 10-20 tahun ke depan. Terbukti setelah William kembangkan otomotif, walaupun pengelola dan manajemen menolak Astra untuk diversifikasi ke agro, ke Sawit, dia paksakan dengan uangnya sendiri, sampai dia buktikan bahwa itu Sekarang menjadi portofolio yang paling penting buat Astra.

Begitu dengan awal awal bisnis mereka di pertambangan. Pernah juga waktu itu mereka melihat dari segi telekomunikasi. Astra sempat mau masuk ke telekomunikasi di zamannya Edwin, jauh lebih awal dari yang lain. Itulah yang disebut implementasi, yakni bagaimana visi dikembangkan.

Menurut Sandi, William juga bukan menjadikan Astra sebagai perusahaan terbesar, tetapi perusahaan terbaik atau perusahaan teruntung. Bahkan, yang utama dari William adalah usahanya menjadikan Astra sebagai aset bangsa. Jadi, Nasionalisme William itu kental sekali untuk seorang keturunan China. Menurut sandi, Dia termasuk orang yang luar biasa. Dia melihat yang pertama itu bangsa. Bangsa dan negara, rakyat. Dia sangat peduli, bahkan waktu terjadi bakar bakaran 1998, semua orang sudah pada pergi, Dia jalan jalan pakai celana pendek pakai Land Cruiser, mobilnya, Menengok daerah Sekitarnya yang terbakar.

Saat ini Sandi mampu membagi waktunya untuk Saratoga dan Recapital. Pada awal 2000, Edwin menyarankan dirinya untuk lebih menekuni Saratoga. Sejak awal 2000 pula Sandi menyediakan sepenuh waktunya di Saratoga dan mundur dari Recapital.

Sekarang Sandi sudah tidak mengelola Recapital lagi secara teknis. Di Recapital, sandi cuma sebagai pendiri, aktif di yayasan Recapitalnya, kalau ada keputusan-keputusan penting Sandi kemudian merambah dunia dirgantara dengan membeli saham PT Mandala Airlines yang hampir bangkrut.

Dengan melihat potensi masyarakat Indonesia yang cenderung sering bepergian (travelling), ia mencoba menghidupkan kembali salah satu maskapai kebanggaan Indonesia tersebut. Dia melihatnya, pertama Mandala itu merupakan aset bangsa di mana pada saat itu dimiliki oleh kawannya dan waktu itu dia sedang Susah. Lalu yang kedua, masyarakat Indonesia kelas menengah tengah tumbuh dan ini yang menjadi tantangan, bagaimana bisa menghadirkan penerbangan kepada para pelanggan kita. Nah, ini yang mungkin mendorong sandi, merambah ke dunia dirgantara.

Peran Penting Keluarga Sandi

Bagaimana pun, kesuksesan Sandi tidak lepas dari peran keluarga. Bagaimana kehidupan keluarga Sandi, bisa ditengok, misalnya pada 2 Desember 2011, ketika wajah Sandi semakin cerah. Selain karena olah raga lari yang terus dilakukannya, ternyata kehadiran anak ketiganya, Seorang bayi laki-laki, juga membuatnya semakin bahagia meniti kehidupan. Sang bayi diberinama Sulaiman Saladdin Uno.

Kelahlran Sulaiman yang menambahkan deret kesibukan pada diri Sandi. Setiap hari ia menunggui Sulai, panggilan Sulaiman, hingga tengah malam sambil diajaknya bicara. Seperti namanya, Sandi menginginkan anaknya itu bisa seperti Nabi Sulaiman dan tumbuh menjadi anak yang saleh. Tak jarang, dalam sehari tiga kali dia pulangke rumah. Itu karena Sandi merasa cepat sekali kangen pada putra bungsunya ini.

Keluarga Sandi memang selalu menciptakan kebahagiaannya sendiri. Mereka berusaha untuk bersama dalam setiap kesempatan. Ketika sandi terpilih membawa obor Olimpiode London (2012, ia mengajak serta anak-anak dan istrinya mengisi liburan di Inggris. Pemandangan Inggris yang aangat indah sekaligus penuh nuansa bersamaan dengan perhelatan Olimbiade membuat mereka senang. Sandi sendiri dapat menikmati kemewahan waktu berSama keluarganya, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta, dan dipenuhi genda-agenda bisnisnya.

Sandi sadar bahwa ibundanya adalah sosok yang sangat mempengaruhi Pada 1997, akibat kebangkrutan, ia membawa anak dan istrinya pulang ke Indonesia. Inilah saat pertama ia meminta bantuan kepada orangtuanya. Selama 12 tahun Sekolah di ASia tidak pernah meminta bantuan keluarga. la sangat mandiri. Dan sandi perlu minta izin kepada ibunya untuk tinggal di rumah mereka. Saat itu Saya tidak punya rumah.

Dukungan sang istri yang tak lekang oleh waktu sejak saat mereka merintis karir hingga sekarang telah membuat Sandi bisa sukses seperti sekarang. Mengenai istrinya, ia berkata, bahwa istrinya seperti mamanya, ia selalu membuat sandi selalu bahagia. Mungkin karena itu sandi selalu tak bisa lepas dari kedua perempuan ini di dalam hidup saya.

Membina keluarga yang baik sudah merupakan bentuk kesuksesan tersendiri dalam kehidupan pribadi Sandi. Walau disibukkan dengan pekerjaannya yang menyita waktu, Sandi selalu berusaha untuk meluangkan waktu bagi istri dan anakanaknya.

Di balik cerita tentang kesuksesannya merajai dunia bisnis ada penyesalan kecil yang terselip dalam benak Sandi. Lantaran waktunya banyak dihabiskan untuk mengurusi bisnis dan kegiatan organisasi, ia mengaku merasa berdosa pada keluarganya karena kurang menyediakan waktu yang cukup bahkan untuk sekedar bercengkerama. Walau begitu, ia berusaha setidaknya setia: akhir pekan adalah hari untuk keluarga, itu pun Sangat terbatas.

Tempat favorit saat bersantai bersama keluarga kecilnya adalah Senayan. Setiap Sabtu ia rutin berolah raga dengan keluarganya. Olah raga kegemarannya adalah lari pagi dan golf. Setelah itu ia menemani anak-anaknya berjalan jalan di mal meski sebenarnya ia kurang suka menghabiskan waktu di tempat itu. Namun demi membahagiakan buah hatinya, ia rela memberikan yang terbaik. Karena itu pula ia kerap beranganangan bahwa Sehariitu bukan 24 jam.

Menurut Sandi, ia bersama istrinya terus mewujudkan rasa syukurnya dengan cara memgoptimalkan fungsi fungsi dari Segala yang Sudah dikaruniakan Tuhan. Istrinya juga Selalu mengingatkan, menjadi alarm” yang baik ketika ia sedang diluarjalur menujutarget pencapaian. Itulah sebabnya ia bersyukur memiliki istriyang selalu mendorong kariernya. Selain teman berdiskusi, sang istri sering bangun di tengah malam dan mengajaknya shalat tahajud. Sandi percaya, ada hikmah kenapa Shalat tahajud paling utama setelah shalat fardlu karena perjuangan untuk menegakkannya Cukup keras.

Mungkin karena terjun di sebuah bisnis, Sandi memandang sebuah rumah tangga seperti halnya dengan investasi jangka panjang yang harus pula digarap dengan penuh perhitungan. Begitu pula loyalitasnya hubungan dengan perempuan. Loyalitas itu tidak buta. Seperti juga pada investasi, harus setia terhadap perjuangan, apa yang dicita-citakan. Lain dengan trader, untung sedikit kabur, Tapi sandi mengaku tidak begitu. Mungkin iniyang namanya fokus. Sandi punya hobi Cuma Satu basket. Pacar hanya satu. Mainan waktu kecil juga Cuma Satu boneka beruang. Nggak Suka macam-macam.

Sandi juga memilih setia tetap bekerja di Bank Summa hingga bank itu ditutup, kendati kondisi bank saat itu babak belur dan ditawari banyak pekerjaan yang lebih menjanjikan. Mungkin karena ia merasaberhutang budipada bank yang telah memberinya beasiswa MBA di AS. Yang penting bukan besarnya cinta, tapi bagaimana Seseorang tidak bisa hidup tanpa dia. Ia sudah menjadi bagian sentral. Waktu Sandi di New York, cinta itu terasa. Ketika sendiri di kamar, Sandi merasakan ia ada di Sekelilingnya. Ketika menghirup nafas, dia melayang-layang diudara. Kalau bisnis Sandi suka bertindak rasional, tapi kalau soal yang sensitif, seperti memilih istri, dia lebih ikut hati.

Secara rasio, kata Sandi, mereka memiliki kesukaan yang berseberangan. Istri Sandi senang belanja, dia tidak. Dia Senang olah raga, istri hanya menjaga kebugaran. Saya Suka baca buku, istri kurang suka. Sandi suka film komedi romantis, istri suka horor. Namun setelah menikah, ia baru menyadari apa yang dibutuhkan dari istrinya itu: kemiripan dalam melihat peristiwa. Disisi lain, istrinya memilik intuisi bagus tentang orang, khusuSnya ketika berhadapan dengan bisnis.

Bila sekarang Sandi begitu banyak bergaul dengan berbagai kalangan, ini terlebih karena rasa bersalahnya. Sewaktu Sekolah hingga kuliah, ia hanya benar-benar berkutat pada diktat diktat. Sandi mengaku memang Sangat perfeksionis. Tapi kini dia sedikitkecewa karena merasa Seperti komputer. Belajar terus, tidak mengenal lingkungan, melupakan jaringan. Masalahnya, kalau tak begitu, nilainya mungkin tidak sebagus yang Sandi dapat. Di sinilah perlunya sebuah pengorbanan.

Gaya Spiritual Sandi

Apa rahasia Sandidalam menjadi pengusaha, sehingga dia mampu meraih kesuksesan sejak usiayang relative muda? Berdasarkan pengalamannya, Sandi percaya bahwa Seorang wirausahawan dapat dibentuk. Pengusaha tidak lahir karena keturunan atau warisan keluarga, Sebab setiap individu memiliki potensi kewirausahaan.

Kiprah bisnis Sandi kini dijalankan melalui Saratoga dan Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, ia masih punya cita Cita Soal pengembangan bisnisnya. Dia ingin masuk ke sektor consumer goods. Dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis di sektor tersebut sangat prospektif.

Seorang pebisnis, kata Sandi, memang harus selalu berpikir jangka panjang, Bahkan, berpikir di luar koridor, berpikir apa yang tidak pernah terlintas di benak orang. la, misalnya, masuk ke sektor pertambangan pada awal 2000 yang saat itu belum marak seperti sekarang Jadi, ketika sektor itu Sekarang naik, Sudah bisa curi start karena punya duluan.

Ketika merintis bisnisnya, Sandi tidak berpikir muluk. Saat muncul, ia segera melangkah dengan modal kepercayaan yang tinggi. Selanjutnya menjalankan usahanya dengan kerja keras dan berpikir bagaimana menjadi yang terbesar. Modalnya segera melangkah, kemudian menggantungkan cita-cita setinggi langit. Alhamdulillah, Allah ternyata mengabulkan cita-cita tersebutnya.

Sandi meniti karier bisnis dari bawah. Mulai dari konsultan yang dibayar dengan uang, kemudian bergeser dibayar dengan saham. Pada 1998, bersama Edwin Soeryadjaya, ia mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usaha yang digarap meliputi sektor pertambangan, telekomunikasi dan produk kehutanan, Dengan modal investor, perusahaannya mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Kinerja perusahaan tersebut dibenahi. Setelah pulih dan berkembang, aset perusahaan itu dijual dengan harga tinggi, termasuk PT Dipasena Citra Darmaja dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Di tengah kesibukannya berbisnis, Sandi selalu membuka hari dengan ibadah dan berolah raga. Dia merasa, Kalau tidak olah raga sehari saja Serasa ada yang kurang Seperti kebanyakan pengusaha sukses. Bermain golf juga menjadi kegiatan yang biasa dilakukannya. Tapi, ia mengaku bahwa golf lebih sebagai kegiatan rileks, ajang bisnis, atau sarana lobi dengan para koleganya.

Kegiatan yang dianggap Sandi Sebagai olah raga dan disukainya adalah bola basket dan lari maraton. la menggandrungi basket sejak duduk di bangku SMA. Bahkan ia pernah menjadi ketuatim nasional bola basket putri dalam SEA Games 2005 di Manila, Filipina.

Baginya, selain hobi yang menyehatkan badan, – permainan basket memberitiga pelajaran penting. Pertama, kerja sama tim yang mutlak diperlukan untuk memenangi pertandingan. Kedua, stamina yang kuat karena tempo permainan basket yang cepat. Hal ini sama dengan dunia bisnis yang memerlukan daya tahan yang kuat. Ketiga, kepemimpinan untuk mengatur Strategi Serangan. Hal inijuga diperlukan dalam mengelola jalannya usaha, tiga hal itulah yang diapelajari dalam permainan basket.

Sandi juga tidak pernah ketinggalan mengikuti ajang lomba lari maraton. Pada akhir 2009, misalnya, ia menjadi peserta The Standard Chartered Singapore Marathon, lomba lari berjarak 42 kilometer. Ini adalah ajang tahunan di Singapura yang diikuti sekitar 10,000 peserta dari berbagai negara.

Secara filosofis Sandiyakin bahwa kesuksesan hanya dapat diraih dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Jika cita-cita itu datang, jangan pernah lupa kepada Sang Pencipta, Allah Swt, inilah kepercayaan yang dipegang Sandi.

Sandi selalu percaya bahwa Tuhan akan membukakan jalan bagisebuahikhtiar la memang sudah melibatkan Tuhan Sejak awal, yaitu ketika niat perjuangannya ditancapkan. la tidak menyerahkan atau tawakkal ketika di akhir usaha. Tampaknya sikap inilah yang menjadikan sosok yang penuh energi bagi lingkungannya.

kesibukannya mengurus bisnisnya tak membuatnya lupa kepada Sang Pencipta. Baginya, Allah adalah nomor Satu dari yang lain. Itulah Sebabnya, meski sebanyak apa pun pekerjaan, ia tidak pernah meninggalkan perintahNya dan sunnah Rasulullah Saw.

Sandi tidak pernah ketinggalan menjalankan shalat Dhuha. Lantaran rutin menjalankannya, shalat Dhuha sudah seperti wajib. Bahkan jika tertinggal menjalankannya, ia merasa adayang hilang, la memberikan pengakuan demikian: Ibadah itukalau sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi Sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan. Jadi kalau saya tidakshalat Dhuha sekali saja, tibatiba ada sesuatuyang hilang, aneh rasanya. Walaupun sunnah, itu menjadi terasa wajib.

Puasa Senin Kamis juga menjadi kegemaran Sandi meski ia mengakui Cukup berat menegakkannya karena intensitas pekerjaan yang bertemu dengan banyak rekan bisnis. Terlebih jika mendapat undangan makan seorang tokoh, sementara saat itu ia sedang berpuasa.

Sandi bukanlah tipe pengusaha sukses yang berjarak. la justru hangat. ramah, dan sangat peduli. Ketika ladang bisnisnyayang terfokus pada eksplorasi sumber daya alam dan infrastruktur membenturkannya pada isu lingkungan, dan ia mendapat protes dari berbagai kalangan, ia selalu punya strategi.

Ketika rezekinya melimpah, Sandi mulai gundah. Bila duluia selalu setia pada rasio saat berbicara bisnis, sekarangia mulai memikirkan hal lain. Ada filosofi menarik dalam hidup Sandi. Pandangan itu ia peroleh dari ajaran kedua orangtuanya, Sedari kecil ia dididik untuk selalu berjiwa optimistis. la percaya bahwa esok pasti akan lebih baik dari hari ini. Setiap kali ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. setiap ada keinginan,pasti ada jalanya.

Oleh karena itu ia melihat masalah berdasarkan jalan keluarnya. Setiap ada keinginan, pasti ada jalannya hari per hari. Menggelinding begitu Saja. Ia hanya berprinsip tetap bisa survive. Kalau Sudah melihat jauh ke depan, tapi tak bisa fleksibel, akhirnya juga Susah. Sebab, dunia usaha itu sangat dinamis, setiap detik berubah.

Tak cukup sampai di situ, untuk kehidupan pribadi, Sandijuga menyadari pentingnya spiritualitas bagi kehidupan yang dijalaninya. la sadar, spiritualitas menjadi dasar mental bagi setiap langkahnya. Apayang didapatkan manusia saat ini adalah titipan. Bermula dari prinsip inilah ia selalu berusaha memperlakukan semua yang telah didapatnya, baik dari segi bisnis maupun keluarga, sebagai refleksi bagi dirinya yang bersifat sementara.

Dengan landasan agama itu pula ia melakukan berbagai kegiatanyang tak melulu berorientasibisnis. Ia bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bekerja sama dengan pesantren pimpinan K. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym membentuk Pemuda Pelopor. Organisasiyang dibentuk di Bandung, Jawa Barat, ini menjadi ajang bagi Sandi untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang berlandaskan Islam.

Sandi yang kelihatan lebih matang dari usianya ini tidakhanya rajin mengelola batin melalui aktivitas spiritual, la juga sangat antusias mengelola fisiknya. Namun ia tetaplah sosok yang tak berlebihan dalam soal materi. Sandi masih seperti masa perjuangan dulu. Tetap bekerja selayaknya masih sebagai profesional yang digaji. Dia datang ke kantor sering lebih awal dari teman-teman lain. Etos kerja tetap tinggi. Dia kapan Saja.

Menerjunkan Dirike Berbagai Organisasi

Sebelum Sandi jadi pengusaha sukses seperti itu, dia pernah terjun ke berbagai organisasi. Sandiaga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Periode 2005-2008. Selama masa kepemimpinannya, jumlah pengusaha yang tergabung di HIPMI meningkat dari 25.000 menjadi 35.000 orang. Selain itu ia merupakan sosok inspirator bagi pengusaha muda yang minim pengalaman. la gigih menanamkan prinsip bahwa pengusaha harus punya mimpi dan bekerja sepenuh hati.

Sejak 2004 sampai September 2010 Sandi aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin. Saat menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, ia mempunyai obsesi meningkatkan jumlah pengusaha Indonesia dari ,18 persen menjadi lima persen dari total penduduk pada 2025.

Menurutnya, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM Saat ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM, akses pasar, dan pendanaan. Keprihatinanterbesarnya adalah nasib pengusaha kaki lima yang sering mengalami penggusuran hingga Sulit meningkatkan kualitas SDM. UMKM selama ini dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak.

Namun, sektor itu mampu bertahan pada Saat krisis dan menopang perekonomian negara Selama sekitar 10tahun. Belakangan, sektor UMKM menjadi pilar penciptaan lapangan kerja dengan kemampuan menyerap karyawan rata-rata 5-10 orang per unit usaha.

Setelah menjadi Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin, Sandi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Periode 2010-2015. Pada saat itulah ia menegaskan komitmennya untuk ikut membangun UMKM. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian yang harus diperkuat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomiyang berkualitas dan merata. Sebanyak 99 persen pelaku usaha di Indonesia bergerak di UMKM, di 33 provinsi mayoritas UMKM. Makanya ekonomi Indonesia harus digawangikebijakanyang berpihakke UMKM.

Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku usaha didaerah, kata Sandi, Kadin harus mendorong penerapan kebijakan yang berpihak kepada UMKM. Kadin juga harus menjadi penggerak UMKM dan membantu mereka memanfaatkan potensi daerah untuk menumbuhkan perekonomian.

Menurut Sandi, Kadin harus menjadi lokomotif dalam upaya mengembalikan kejayaan ekonomi Indonesia, dengan fokus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Demi pencapaian ini Saya menawarkan gagasan Indonesia Setara.

Ia berkeyakinan Kadin bisa menjadi kekuatan nyata untuk menyetarakan Indonesia, yakni setara dalam peluang, perhatian dan kemajuan. Implementasi yang akan diterapkan adalah dengan menyetarakan kepentingan pusat dan daerah, usaha mikro menengah dengan usaha besar, tua dan muda, danyang miskin dan kaya.

Sandi menyatakan bahwa Indonesia Sebenarnya memiliki semua potensi untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan dunia. Namun Sangat disayangkan saat ini Indonesia kehilangan arah dan rasa percaya diri, Sehingga hal tersebut berpengaruh dalam menciptakan reputasi.

Selain itu, Indonesia belakangan ini juga sibuk dengan perselisihan dan Satu Sama lain Saling meyalahkan dalam berbagai hal, iayakin Kadin dapatmelakukan tugas itu dengan tiga fokus bidang garapan, yakni pertama memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah untuk memperkuat sendisendi perekonomian nasional. Kemudian bidang garapan yang kedua adalah menciptakan iklim bisnis yang kondusif untuk membangun dunia usaha Indonesia. Dan garapan bidang lainnya adalah mempertahankan pasar domistik sekaligus mampu menembus pasar nasional.

Menawarkan gagasan dan pemikiran untuk perbaikan ekonomi bangsa adalah wajib hukumnya. Begitulah pemikiran Sandi. Sandi menawarkan gagasan Indonesia Setara dengan alasanyangjelas. Sandisudahkelilingkelebih dari 25 provinsi, dan Syukur, tidak Satu pun pengusaha di daerah menolak gagasan ini. Gagasan ini memang bermuara di daerah, karena mewujudkan kesetaraan antara pusat dan daerah, usaha kecil dan besar, tua dan muda, kaya dan miskin, Itu target utama dari programnya, yang pada akhirnya melahirkan gagasan baru dan ekonomi baru, untuk Indonesia lebih baik.

Menurut Sandi, Kadin adalah satu-satunya organisasi strategis yang Seharusnya bisa mengarahkan ekonomi kesetaraan itu. Oleh karena itu ia lebih memilih untuk mendampingidan membina pelaku UMKM di Kadin daripada terjun ke dunia politik.

Sandi memang sempat disebu tsebut bakal menjadi Bendahara Umum Partai Demokrat. Ia pun membenarkan informasi tersebut. Namun kabar itu terbantahkan dengan sendirinya ketika Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum memilih Muhammad Nazaruddin untuk posisi yang ditawarkan kepada Sandi. Dia merasa tantangan untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal menjadi pemain internasional jauh lebih penting daripada menjadi anggota partai.

Di Indonesia, relatif amat Susah mencari orang Sukses dalam usia yang relatif muda, setidaknya dalam usia di bawah 40 tahun. Namun salah satu orang tersebut adalah Sandi. Saat ini ia menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim selndonesia (ICMI).

Mewujudkan Indonesia Setara

Mengapa perlu mewujudkan Indonesia setara? Menurut Sandi, warga miskin di Indonesia sama sekali tidak berdaya karena tidak ada kesempatan untuk bisa berkembang. Selain tak punya kesempatan, pemerintah juga tidak fokus dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. Di Jawa Timur, misalnya, jumlah warga miskin mencapai ,1juta jiwa, padahal kawasan ini Salah satu primadona bagi investor:

Tingginya angka kemiskinan, papar Sandi, tidak sebanding dengan posisi Indonesia yang berada di peringkat ke16 primadona dunia untuk investasi. Seharusnya posisi Indonesia yang Cukup bagus dalam hal investasi dunia itu bisa menempatkan rakyatnya pada tingkat kesejahteraan yang memadai. Artinya, rakyat lapisan bawah masih belum tersentuholeh dampak positif investasi.

Indonesia memang memiliki banyak sumber daya alam potensial, tapi potensi alam itu justru tidak banyak dimanfaatkan oleh anak bangsa sendiri. Sandi mencontohkan, Indonesia memiliki 70 persen potensi laut, namun faktanya bangsa ini masih mengimpor ikan. Di sektor pariwisata, Indonesia juga masih kalah jauh dengan Malaysia yang tidak memiliki potensi sebagus Indonesia.

Yang belum dikerjakan secara maksimal, menurut Sandi, adalah pengelolaan sumber daya yang potensial di Indonesia. Lihat saja, Indonesia nomor satu pengekspor batu bara di dunia, emas mungkin nomor dua. Kakao nomor dua, kelapa sawit nomor satu, tembaga juga Sangat potensial. Semua sumber mineral penting yang akan dipakai oleh produk industri dapat ditemui di Indonesia, semua itu belum digarap.

Melihat kenyataan tersebut, menurut Sandi, generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di bangku kuliah harus bisa menuntaskan pendidikannya, namun ketika lulus nantijangan mencari pekerjaan, tapi berusaha menciptakan lapangan kerja. Dengan munculnya penguSaha-pengusaha baru, maka lapangan kerja akan tercipta dan secara Otomatis mengurangi angka pengangguran. Akhirnya angka kemiskinan di Tanah Air bisa berkurang karena adanya kesempatan bekerja dan berkembang bagi warga miskin.

Kemiskinan juga hanya bisa disolusikan dengan memberdayakan rakyat lapisan bawah yang penghasilannya di bawah dua dolar sehari. Menurut Sandi, keberadaan mereka adalah peluang. Sandi bermaksud menjadikan proporsi wirausaha di Indonesia hingga mencapai 15 persen, Ia melakukannya, dengan menggalakkan Indonesia Setara, sebuah gerakan untuk membangun pola pikir dan kepercayaan diri bahwa Indonesia bisa serta mampu berprestasi untuk kemajuan bangsa.

Langkah awal yang dilakukangerakan Indonesia Setaraadalah fokus pada bidangyang terkait sosial ekonomi, kewirausahaan, dan pendidikan. Sandi selalu menginisiasi ide memadukan wujud kepedulian pada aktivitas sosial dengan kesehatan melalui berbagai program, salah satunya adalah kegiatan amal yang bertajuk Berlari untuk Berbagi, yaitu lomba lari maraton Sejauh 42 km.

la mengajak seluruh kolega dan masyarakat melalui dunia maya untuk ikut berpartisipasi pada program amal itu. Deskripsinya, untuk setiap kilometer ia berlari, maka masyarakat dapat menyumbangkan Rp 10 juta ke yayasan yang mereka pilih sendiri. Ini adalah salah satu bukti pemimpin inovatif yang tak pernah kehabisan akan ide.

Sandi ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia ingin banyak membantu kegiatan sosial. Banyak sekali potensi bangsa ini yang belum disentuh dan ia juga ingin mendorong hal itu agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu bisa dilakukan kalau kita bisa menyelesaikan permasalahan permasalahan sosial. Misalnya anak jalanan, ini salah satu permasalahan sosial kita.

Menurut Sandi, masih minimnya wirausahawan pada saat ini disebabkan faktor lingkungan, seperti budaya, keluarga dan pendidikan. Padahal faktorfaktor tersebut mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu perlu upaya serius dari pemerintah, pengusaha, dan semua pihak untuk mengubah sistem dan kurikulum pendidikan yang selama ini berorientasi hanya pada gelar.

Sandi sendiri ingin melakukan transfer ilmu dan berbagi pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan berjiwa wirausaha di masyarakat, utamanya di kalangan generasi muda. Menurutnya, kampanye kewirausahaan sangat diperlukan untuk mengikis sikap mental yang selama ini masih mendominasi kalangan pemuda untuk bekerja dan bukan berwirausaha. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan kurikulum wirausaha dikampus yang harus dibenahidengan memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta dan bukan pencari lapangan kerja.

Sandi juga memandang bahwa mengintensifkan pelatihan juga merupakan hal yang penting. Untuk meningkatkan minat menjadi sebuah keyakinan diperlukan pelatihan. Tujuannya memberikan penguatan mental dan keterampilan dasar memulai dan menjalankan usaha Serta wawasan yang luas mengenai aspek aspek wirausaha.

Sandi mengatakan, Kuncinya entrepreneurship. Sandi sudah bicara di kampus, SMA – SMA. Think like an entrepreneur Memang tidak semua orang harus jadi entrepreneur, tapi berpikirlah sebagai seorang wirausaha untuk mengatasi berbagai masalah dalam keseharian kita. Bagaimana kita melihat peluang yang terusada dibalik setiap krisis. Bagaimana kita menghadapi hidup dengan penuh komitmen dan tak mudah putus asa. Itu kan sifat-sifat dari seorang pengusaha.

Sandi menambahkan, kalau punya kemampuan, hadirkan pola pikir itu kepada akademisi, birokrat, pegawai pemerintah, pegawai swasta sehingga terbentuk culture kewirausahaan. Dengan demikian inovasi bangsa akan meningkat dan perekonomian pun menghasilkan nilai growth rate yang lebih tinggi untuk bangsa. Indonesia hanya punya .18 persen populasi yang menjadi enterpreneur, kalau tak salah kurang dari 500,000 orang. Tugas kita adalah mencetak setidaknya lima juta entrepreneur hingga tahun 2020 yang sanggup mengisi pembangunan dan menciptakan lapangan kerja.

Untuk membantu rencana tersebut, menurut Sandi, tugas pemerintah adalah menghadirkan iklim dunia usaha yang paling kondusif, perizinan dipermudah, anak-anak muda yang punya ide dalam hitungan tiga hari dapat meregistrasi ide tersebut dan memulai usahanya atau mendirikan perusahaannya. Kalau mendirikan perusahaan sudah dibuat begitu mudah, maka akses permodalan untuk perusahaanperusahaan pun harus dibuat gampang. Sedangkan pengusaha sendiri sebaiknya terus berinovasi.

Pemerintah juga harus menyelesaikan masalah infrastruktur yang dihadapi karena Indonesia adalah negara yang infrastrukturnya sangat lemah. Mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta lebih mahal daripada dari Surabaya ke Hongkong, padahal jaraknya sangat berbeda. Tapi infrastruktur yang lemah ini menggerus daya saing dunia usaha. Sandi yakin kalau pengusaha bahu membahu dengan pemerintah maka ekonomi kita bisa tumbuh -10 persen dan Indonesia bisa menjadi bukan hanya Macan Asia tapi juara dunia.

Categories: Uncategorized Tags:
December 29th, 2014 Leave a comment Go to comments